Da Words of My Jesus


Bagaimana Alkitab Disusun | Mazmur 119:103-106
Maret 23, 2010, 11:52 pm
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

24 Maret 2010, Rabu

Alkitab memiliki struktur yang terorganisir. Alkitab dirancang untuk membawa pembacanya membaca secara sistematis tentang rancangan Tuhan untuk menebus umat manusia dari perbudakan dosa. Langkah-langkahnya meliputi:

Rancangan. Tuhan sudah mengetahui terlebih dahulu kondisi umat manusia dan betapa mereka memerlukan keselamatan. Karena itu, dalam Kejadian 1 dan 2, Ia meletakkan dasar bagi pengorbanan Kristus, sekalipun saat itu sedang menciptakan dunia (Efesus 1:4).

Kebutuhan. Sepanjang 9 pasal pertama, manusia dengan jelas mendemonstrasikan betapa mereka perlu untuk diselamatkan. Kefasikan bertambah sehingga Tuhan harus campur tangan dengan mengorbankan seekor binatang (Kejadian 3:21), banjir (Kejadian 6:13), dan pemisahan yang terpaksa dibuat (Kejadian 11:9).

Persiapan. Kisah Israel diceritakan sebagai pengingat akan Perjanjian Lama. Maksudnya adalah: pertama, untuk memproklamirkan Yehovah sebagai satu-satu Tuhan yang sejati dan kedua, menggambarkan kedatangan Mesias sehingga Ia akan dikenali.

Penebusan. Kitab Injil mendokumentasikan bagaimana Yesus Kristus menggenapi rancangan Allah: kematianNya sepenuhnya membayar lunas hukuman atas dosa umat manusia.

Proklamasi. Kitab Kisah Para Rasul menceritakan bagaimana Injil disebarluaskan.

Penjelasan. Para pengikut Yesus menulis berbagai surat yang menyingkapkan pengajaran Roh Kudus agar hikmat semua orang percaya dapat bertumbuh.

Penyelesaian. Wahyu menunjukkan bagaimana pengikut Tuhan yang setia akan berkumpul bersamaNya selamanya di dalam langit dan bumi yang baru.

Sekalipun Firman Tuhan harus dibaca dan dipelajari sedikit demi sedikit, jangan lupa bahwa Alkitab berfungsi sebagai suatu kesatuan. Begitu Anda memahami garis besar Alkitab, Anda dapat melihat bagaimana Tuhan berkarya dalam masing-masing kitab maupun pasal. Berbagai elemen berbeda – hukum taurat, nubuat, puisi, injil, surat para rasul, dll. – saling terhubung menjadi satu kisah yang sangat menarik.

-Sentuhan Hati-

Mazmur 119:103-106
119:103 Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.
119:104 Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.
119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
119:106 Aku telah bersumpah dan aku akan menepatinya, untuk berpegang pada hukum-hukum-Mu yang adil.

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: