Da Words of My Jesus


Mengatasi Keputusasaan | Mazmur 42:1-8
Agustus 10, 2010, 9:16 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

10 Agustus 2010, Selasa

Bagaimana kita mengatasi keputusasaan? Perkenankan saya menyarankan sembilan langkah spesifik ini:

• Periksa  diri Anda. Dengan berdoa carilah akar penyebabnya.

• Akuilah bahwa Anda putus asa. Anda bisa saja menghindar, mengabaikan atau menyangkalinya. Tetapi penyangkalan itu berbahaya dan menjamin kegagalan.

• Kenalilah dengan tepat keputusasaan Anda. Ungkapkanlah dan kemudian hadapilah.

• Ingatlah sifat keputusasaan. Kekecewaan bisa datang dan pergi, tetapi keputusasaan adalah pilihan Anda.

• Mulailah lebih sering merenungkan Firman Allah. Dengan demikian, Anda bisa menilai dengan tepat perasaan Anda yang sebenarnya (Mazmur 3:2-4; 16:7-8; 63:6-8; 77:12; 119:15).

• Serahkanlah keputusasaan Anda kepada Allah dalam doa. Mintalah Dia menyatakan yang hendak diajarkan-Nya kepada Anda melalui hal ini.

• Arahkan pandangan Anda kepada Allah, bukan situasi Anda. Mintalah Dia menolong Anda untuk memahami kekecewaan ini dan maknanya dari sudut pandang-Nya.

• Pandanglah bahwa semua itu diizinkan Tuhan terjadi agar kita beroleh kesempatan untuk bertumbuh, sekalipun di tengah kesulitan.
• Ucapkanlah tiga kebenaran ini dengan suara keras: Bapa menyertaiku dalam penderitaan; Dia memegang kendali atas hidupku dan membiarkan semua ini terjadi dengan suatu alasan; Dia adalah Allah yang baik, yang akan mengubah kekecewaan ini menjadi berkat.
Keputusasaan mungkin tampaknya tak terlalu mengerikan, tetapi jangan pernah meremehkan daya rusaknya. Dengan tetap waspada, Anda dapat menghindari perangkap maut ini. Karena itu, tuliskanlah kesembilan langkah ini di sebuah kartu indeks, dan ulangilah membacanya setiap kali Anda mulai dilanda keputusasaan.

-Sentuhan Hati-

42:1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. (42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
42:2 (42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
42:3 (42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di mana Allahmu?”
42:4 (42-5) Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.
42:5 (42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
42:6 (42-7) Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar.
42:7 (42-8) Samudera raya berpanggil-panggilan dengan deru air terjun-Mu; segala gelora dan gelombang-Mu bergulung melingkupi aku.
42:8 (42-9) TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku.

3 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Mohon maaf baru dibalas setelah sekian lama.
Saya baru mulai blogging kembali

GBU🙂

Komentar oleh ryuhanawa

so thankyou for your link^^

Komentar oleh meldalina (@meldalina)

Mazmur 3:2-4
3:2 (3-3) banyak orang yang berkata tentang aku: “Baginya tidak ada pertolongan dari pada Allah.” Sela
3:3 (3-4) Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.
3:4 (3-5) Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus. Sela

Mazmur 16:7-8
16:7 Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.
16:8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

Mazmur 63:6-8
(63-7) Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, —
(63-8) sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.
(63-9) Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.

Mazmur 77:12
77-13) Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu.

Mazmur 119:15
Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu.

Komentar oleh ryuhanawa




Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: