Da Words of My Jesus


Memulai Untuk Tenggelam
Januari 10, 2011, 12:14 pm
Filed under: My J Journal | Tag:

Salam Damai teman-teman sekalian yang terkasih dalam Kristus,
Sudah cukup lama diri ini bergumul dan berjuang untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.
Puji Tuhan, November 2010 lalu – Tuhan mulai menunjukkan caraNya. Kurintis sebuah bisnis baru yang pastinya berkenan bagi Tuhan, sebuah bisnis yang dapat membantu banyak jiwa dan impian.

Hari ini, dengan tekad baru, dengan harapan baru, di tahun yang baru ini – aku mau untuk lebih dalam lagi tenggelam. Ya, aku mau mulai untuk tenggelam – tenggelam di dalam FirmanNya yang membawa pengharapan, penghiburan, janji sukacita dan damai sejahtera. Di dalam FirmanNya juga aku ditegur dan aku percaya itu baik bagiku, berguna dalam melangkah di hari depan yang aku tidak tahu pasti seperti apa.

Tapi dengan Engkau Tuhan, aku beroleh keberanian untuk menghadapi hari depan itu.

Terima kasih Yesusku…

*while listening Anugrah Terindah by Jeffry Rambing – from Album Thanksgiving 1*

Hari ini aku mulai langkahku dengan mulai membaca Matius 1, dan dari pasal ini aku belajar betapa Ajaib dan Luar biasa proses kedatangan Yesus – Sang Juru Selamat hadir ke dunia yang penuh dosa ini.

Matius 1:17
Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

52 generasi yang terus sambung menyambung dari sejak Abraham dijanjikan menjadi Bapak Orang Beriman, hingga Yusuf yang menjadi suami dari Maria. 52 generasi orang-orang yang merupakan pilihan Tuhan sendiri, 52 generasi orang-orang yang takut dan diberkati Tuhan. Merekapun tidak luput dari dosa, akan tetapi mereka tahu untuk minta ampun atas kesalahan mereka.

Generasi-generasi ini menghasilkan seorang karakter yang Tuhan berkenan menjadi bapak duniawi / jasmani bagi seorang Juru Selamat Dunia ini, yaitu Yusuf. Meskipun pada awalnya ia berpikir bahwa Maria telah lahir di luar nikah dan bukan mengandung karena dengan dirinya, akan tetapi ia masih mau menjaga nama baik Maria, Yusuf tetap melindungi Maria.

Matius 1:19
Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Akan tetapi, Tuhan tidak tinggal diam dan membiarkan Yusuf tenggelam dalam pikirannya sendiri. Tuhan sendiri segera bertindak untuk memberikan kepastian akan apa yang sedang terjadi pada dirinya dan Maria tunangannya yang sangat Yusuf kasihi dan cintai.

Matius 1:20-21
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia YESUS, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Kemudian ayat di atas dilanjutkan dengan “supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:”
Nabi yang dimaksud adalah Nabi Yesaya yang tercantum dalam Yesaya 7:14. Nabi yang Tuhan pakai dengan luar biasa. Nabi yang diberikan Tuhan sebuah karunia, menjadi bagian dari nubuatan Tuhan.

Saya merasakan, apabila Yusuf bukanlah seorang yang tahu dan mendalami Firman Tuhan – pastilah ia tidak akan percaya apa yang disampaikan oleh malaikat Tuhan yang hadir melalui mimpinya. Yusuf akan lebih memilih bahwa itu hanyalah mimpi semata, bunga atau visualisasi dari kekacauan pikirannya saat itu atas kondisi tunangannya Maria.

Tapi memang rencana Tuhan selalu sempurna, Yusuf melakukan apa yang telah diberitakan malaikat Tuhan itu. Dan ia terus menjaga kekudusan Maria selagi mengandung Yesus.

Saya rindu bisa seperti Yusuf, menjadi bagian dari sebuah rancangan besar Allah bagi dunia. Akan tetapi, bila saya tidak tenggelam dalam firman-Nya dan tidak mengenal pribadi Allah – mustahil saya bisa turut serta dalam rancangan itu, karena pasti dengan mudah saya akan menolak penawaran Tuhan.

Contoh sederhana:
Bila saya sedang berjalan di Mal, lalu saya dihampiri oleh seorang tenaga penjualan – apapun yang ia sampaikan saat itu belum tentu akan saya simak. Karena saya tidak mengenal pribadinya, saya tidak tahu apakah ia dapat menepati janji-janji yang disampaikan olehnya saat berusaha membuat saya tertarik untuk membeli.
Akan tetapi, bila di situasi yang sama – lalu saya dihampiri oleh seorang kawan lama saya, yang saya kenal baik sebagai orang yang “lurus”, orang yang pegang janji dan perkataannya. Tentu, saya akan mendengarkan apa yang hendak ia sampaikan dan saya setidaknya ada keyakinan bahwa ia mampu untuk menggenapi janji yang ditawarkan kepada saya.

Sama seperti Yesus yang saat ini sedang mengetuk setiap pintu hati kita, jika kita tidak kenal siapa Yesus itu – saya percaya lebih mudah bagi kita untuk tidak membukakan pintu bagi-Nya. Maukah engkau menjadi bagian dari rancangan Tuhan yang baik bagi kita dan bagi dunia? Kenalilah Dia Sang Juru Selamat, Allah yang Menyertai Kita, yang tidak akan membiarkan kita jatuh – yang di dalam namaNya kita berdoa. Yesus Kristus.

Wahyu 3:20
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

 

Tuhan memberkati


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: