Da Words of My Jesus


Gagal Mendengarkan Tuhan | Kejadian 3:1-13
November 22, 2011, 11:32 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

22 November 2011, Selasa

Bacaan kita hari ini memberikan gambaran apa yang terjadi bila orang percaya tidak mendengarkan Tuhan. Hawa mengetahui dengan baik perintah Tuhan hingga ia dapat mengucapkan perintah itu dengan hampir sama persis kepada si ular. Akan tetapi, keangkuhan dan hawa nafsu kedagingan lebih besar pada dirinya, dan ia tertipu. Hawa berhenti mendengarkan Tuhan dan membuka telinganya kepada suara yang salah.

Pikirkan berapa banyak suara yang kita dengar setiap hari. Media, papan iklan, dan bahkan teman dan keluarga memborbardir pikiran kita dengan banyak gagasan dan filsafat. Kita mendengar banyak pesan yang sia-sia dan tidak kudus yang terbungkus dalam bahasa yang cukup manis. Sangat mudah untuk termakan tipu muslihat kecuali kita senantiasa mendahulukan prinsip Alkitab terhadap mata dan hati kita.

Hawa mendapat masalah hanya karena memberikan waktu cukup lama untuk mencerna perkataan si ular. Dengan pandainya, Iblis memutarbalikan apa yang Tuhan maksudkan untuk menyimpangkan Hawa dari kebenaran dan menuntunnya membuat kesalahan. Ia menjanjikan Hawa bahwa ia tidak akan mati, melainkan Ia akan seperti Allah: matanya akan terbuka, dan ia akan mengetahui kebenaran! Di satu sisi, perkataan Iblis memang akurat, namun tidak benar. Mata Hawa memang terbuka; akan tetapi, pengetahuan tidak seindah seperti yang disiratkan si ular. Ia tersadar akan keadaannya sendiri yang berdosa dan jurang yang telah terbentuk antara dia dan Allah. Lebih dari itu, tubuh fisik Hawa akan mengalami kematian sebagai akibat dari dosanya.

Waspadalah ketika banyak pesan berlomba-lompa mendapatkan perhatian Anda. Iblis sama liciknya seperti ketika ia di taman Eden, menyelubungi tipuan sehingga terdengar seperti kebenaran. Namun si Jahat berbohong ketika ia berbicara (Yohanes 8:44). Dengarkan Tuhan dan prinsip Firman-Nya. Ia hanya berkata apa yang benar.

-Sentuhan Hati-

Kejadian 3:1-13
3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”
3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”
3:10 Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”
3:11 Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”
3:12 Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”
3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: