Da Words of My Jesus


Berjalan Dengan Iman | II Korintus 5:6-8
Desember 15, 2011, 5:58 pm
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

15 Desember 2011, Kamis

Kita mengenal dunia kita dengan melihat, mendengar, mencium, mencicip dan menyentuh – dan bereaksi sesuai informasi yang diterima panca indera ini. Namun Allah menyatakan ada satu realitas yang lebih tinggi, meskipun persepsi-persepsi kita tampaknya benar. Dan Bapa memerintahkan kita untuk berjalan dengan iman, bukan berdasarkan yang kita lihat.

Lalu, apakah iman Kristen ini? Keyakinan yang teguh bahwa Allah itu sebagaimana yang dinyatakan Firman-Nya. Kebenaran tentang diri-Nya hanya tergantung pada Yang Maha Kuasa, bukan berdasarkan pendapat, situasi atau perasaan kita. Juga bukan pada sesuatu yang dapat kita ukur secara ilmiah. Dan ingat, iman adalah anugerah dari Tuhan, bukan hal yang kita ciptakan (Efesus 2:8). Oleh karena itu, kita bisa meminta Dia menolong kita jika iman kita mulai goyah.

Cara kita berjalan dengan iman adalah melalui tindakan, gaya hidup, dan pilihan-pilihan kita. Roh Kudus memimpin langkah-langkah kita, dan kita mengikuti-Nya dengan sengaja. Kita perlu meminta pimpinan dan hikmat, mengharapkan Dia menjawab dan memenuhi segala kebutuhan kita, dan percaya bahwa Dia tahu yang terbaik.

Memang, kita kadang membuat kesalahan. Namun, Allah selalu ada untuk mengampuni hati kita yang bertobat, dan menolong kita untuk kembali ke jalan yang benar. Saat kita bertumbuh semakin erat dalam relasi dengan-Nya, kita menjadi semakin terarah kepada-Nya dan iman kita pun meningkat.

Jika kita mencoba berjalan dengan kekuatan kita sendiri, kita akan tertekan. Betapa indah karena Pencipta kita memberi kelegaan dan damai sejahtera saat kita mempercayai Dia memimpin setiap langkah kita. Bapa yang memiliki hikmat tak terbatas, kasih sempurna dan kedaulatan penuh sungguh sangat mampu memelihara anak-anak-Nya.

-Sentuhan Hati-

2 Korintus 5:6-8
5:6 Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan,
5:7 –sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat–
5:8 tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: