Da Words of My Jesus


Berperang Dengan Lutut Anda | Matius 26:36-40
Juli 29, 2012, 5:44 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

28 Juli 2012, Sabtu

Beberapa pergumulan terjadi dari luar diri kita, seperti masalah keuangan, pekerjaan atau kesehatan. Tapi ada juga pergumulan di dalam diri kita sendiri. Musuh yang ada di dalam diri kita, seperti amarah, tidak mau mengampuni atau merasa diri kita tidak layak, dapat menghambat perjalanan kita bersama dengan Tuhan.

Yesus memberikan teladan kepada kita pada malam sebelum penyaliban-Nya. Di Taman Getsemani, Tuhan kita berdoa, ”Jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki” (Mat. 26:39). Setelah menghadap Bapa, Ia siap untuk menghadapi salib-Nya – sekalipun hal itu berarti mereka akan terpisah untuk waktu yang singkat.

Entah Anda sadar atau tidak, Anda ada dalam peperangan rohani. Anda harus berdiri teguh dengan keyakinan Anda, memperbaharui pikiran Anda dan menolak Iblis. Bagaimana caranya? Berperanglah dengan lutut Anda dan Anda akan senantiasa menang.

Mengapa kita harus berperang dengan lutut kita? Pertama karena itulah yang diajarkan Alkitab. Dalam Alkitab, kita melihat hamba Tuhan bersimpuh di hadapan Tuhan. Contohnya, Hizkia berdoa sebelum memimpin pasukannya ke medan perang, dan Daniel berlutut dan berdoa sekalipun ia harus dibuang ke gua singa.

Kedua, ketika kita berpaling kepada Tuhan, maka bukan kita lagi yang berperang. Kita memiliki pertolongan dari Dia yang berdaulat atas alam semesta (Maz. 103:19). Dia maha kuasa, maha tahu dan maha hadir. Tidak ada seorangpun di dunia yang dapat menolong Anda melebihi apa yang Ia sanggup lakukan.

-Sentuhan Hati-

Matius 26:36-40
26:36 Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.”
26:37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”
26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: